KONDOMISASI BUKAN SOLUSI
Perilaku seks bebas di Indonesia semakin memprihatinkan. Salah satu indikasinya adalah semakin meningkatnya jumlah aborsi pertahunnya. Menurut BKKBN, setiap tahun diperkirakan ada 2,5 juta nyawa tak berdosa melayang sia-sia akibat aborsi. Angka ini terhitung besar, sebab jumlahnya separuh dari jumlah kelahiran di Indonesia, yaitu 5 juta kelahiran per tahun. Dari 2,5 jutaan pelaku aborsi itu, 1-1,5 juta di antaranya adalah remaja.
Masih data dari BKKBN pada 2010, menunjukkan 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pranikah. Dengan kata lain, dari 100 remaja, 51 orang sudah tidak perawan. Dari data itu juga disebutkan, penyebaran wilayah remaja yang sudah melakukan seks pranikah terjadi di sejumlah kota besar. Misalnya di Surabaya tercatat 54 persen, di Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan. (Majalah Detik, edisi 30, 25/06/12)
Dari kenyataan ini, banyak pihak kemudian berupaya mengeluarkan solusi. Salah satu solusinya adalah dengan penggalakan penggunaan kondom. Program kampanye penggunaan kondom untuk hubungan seksual beresiko dikeluarkan oleh Nafsiah Mboi, tak lama setelah pengangkatannya sebagai menteri kesehatan. Hal ini menuai kontroversi dan protes di berbagai media dan dari ormas serta tokoh-tokoh Islam.
Ketika ditanya melalui wawancara di salah satu media online bahwa bukankah kebijakan tersebut sama saja mengizinkan remaja melakukan seks bebas, Ibu Menteri menjawab, “Oh tidak, karena mereka sudah melakukan seks bebas. Tapi kita kurangi risiko, jadi kita mencegah mudarat yang lebih besar.”
Kampanye pemakaian kondom (save sex) terhadap remaja tidak lain hanyalah upaya pelegalan seks bebas. Dengan memakai kondom, seolah ingin dikatakan “Jangan takut melakukan free sex. Tidak perlu nikah dulu untuk bisa melakukan seks. Tidak perlu takut kena penyakit kelamin atau AIDS. Kan sudah pake kondom.” Yang cowok jadi merasa tenang dan damai melakukan seks bebas karena selain slogan save sex tadi, mereka juga tidak takut pacarnya akan hamil di luar nikah. Sedangkan bagi yang cewek juga sama saja. Kondom menjadi alat pembenar untuk melakukan seks dengan pacar karena resiko hamil jadi kecil. Yang terjadi adalah rusaknya generasi baik-baik menjadi sekumpulan generasi hobi berzina di masyakarat. Naudzubillah.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh perilaku zina ini dalam kehidupan masyarakat sangatlah besar. Perzinaan adalah kejahatan yang sangat besar dalam Islam. Hukuman bagi pelaku zina adalah dicambuk 100 kali dan diasingkan selama 1 tahun bagi pelaku yang belum pernah menikah, namun bagi pelaku yang sudah pernah menikah (muhshon) maka hukumannya dicambuk 100 kali dan dirajam.
Di dalam negara kita yang dihuni oleh mayoritas muslim ini seharusnya kejahatan ini paling tidak disejajarkan dengan tindak kriminal lainnya. Ini adalah soal penjagaan generasi yang akan memimpin bangsa ini ke depan. Jika saat ini moral mereka sudah rusak maka kejahatan lainpun akan mudah mereka lakukan. Perilaku mereka tak harusnya “dipelihara” dengan solusi yang parsial dan setengah-setengah. Selama ini kita melihat upaya terbesar adalah mengurangi dampak dari perilaku ini, salah satunya adalah dengan kampanye kondom itu. Jadi, pelaku kejahatan ini dibuatkan alat (baca: kondom) dan dikampanyekan kepada mereka untuk menggunakan alat tersebut agar dampak kejahatan yang mereka lakukan tidak terlalu besar!
Harusnya perhatian kita terpusat pada pencegahan yang lebih menyeluruh. Bagaimana agar perzinaan itu tidak merebak di tengah masyarakat. Sebagaimana Islam dengan prinsip saddud dzariah (menutup celah)-nya telah mengajarkan kita untuk tidak mendekati zina. Bahkan seorang muslim dituntut untuk menghindari jalan-jalan yang mengarahkan ke perbuatan keji tersebut, seperti kewajiban untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis, tidak ber-khalwat (berdua-duaan) dengan wanita bukan mahram, ikhtilat (bercampur baur) dalam pergaulan, tidak bersentuhan dengan yang bukan mahram, kewajiban menutup aurat, dilarangnya memakai parfum bagi wanita jika keluar rumah, dilarangnya safar tanpa mahram bagi wanita, dianjurkan berpuasa bagi pemuda yang belum mampu menikah, dan bagi laki-laki untuk mendatangi istrinya jika timbul syahwat dalam dirinya, seorang istri harus segera memenuhi 'ajakan' suami selama tidak melanggar batasan syariat dan masih banyak lagi aturan dalam Islam yang menutup rapat-rapat jalan menuju perzinaan. H
Setidaknya ada beberapa cara yang harusnya dilakukan dan dikampanyekan untuk mengikis seks bebas dan segala dampak yang ditimbulkan seperti HIV, kehamilan di luar nikah dan aborsi:
Pertama: Pendidikan Agama yang Intensif
Jauhnya dari ajaran agama adalah pangkal dari kemaksiatan. Remaja-remaja muslim seharusnya diarahkan untuk giat mempelajari ilmu-ilmu agama yang berasal dari al-Qur'an dan sunnah. Dengan mengenal agama dengan baik maka keinginan untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama dapat diredam.
Manusia adalah makhluk yang lemah terhadap syahwatnya, sebagaimana dalam firman Allah Ta'ala (yang artinya) :
“Allah hendak memberikan keringanan bagi kalian dan manusia itu diciptakan dalam kondisi lemah.” (QS. An-Nisa: 28).
Ayat ini merupakan pesan pungkasan setelah Allah menjelaskan tentang beberapa aturan nikah dari ayat 19- 28 di surat An-Nisa. Oleh karena itu, para ahli tafsir menegaskan, yang dimaksud lemah dalam ayat tersebut adalah lemah dalam urusan syahwat, lemah dalam urusan wanita. Laki-laki begitu mudah hilang akal dan sangat mudah tergoda dengan wanita. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 2:267)
Hanya dengan keimanan yang kuat syahwat yang menggoda itu bisa dikalahkan. Keimanan hanya dapat disuburkan dengan ilmu agama dari al-Qur'an dan as-Sunnah yang shahih. Maka sudah sepatutnya kegiatan-kegiatan menuntut ilmu agama yang dilakukan oleh remaja muslim didukung dengan baik.
Kedua: Pendampingan Orang Tua
Orang tua memegang peranan penting dalam mendidik anaknya. Meski anaknya telah dimasukkan dalam sekolah namun pengawasan terhadap anak tetap menjadi kewajiban orang tua, bukan pihak sekolah. Bagaimana pun sibuknya dalam mencari nafkah, orang tua yang baik akan tetap meluangkan waktu untuk memberikan perhatian kepada anaknya. Membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Mengarahkan mereka dalam pergaulan yang baik dan kegiatan-kegiatan yang positif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya cenderung mencari perhatian yang lebih di luar rumah. Mereka lebih percaya kepada temannya daripada kedua orang tuanya. Anak dalam kondisi seperti ini rentan untuk salah pergaulan, apalagi jika mereka mendapatkan teman yang buruk.
Anak adalah amanah dari Allah bagi orang tua, tidak sepatutnya ia disia-siakan dengan bermasa bodoh terhadap pendidikan dan masa depan anak. Selama ini kita sering mendengar tentang anak yang durhaka kepada orang tuanya. Namun para orang tua seharusnya berhati-hati, jangan sampai mereka juga termasuk orang tua durhaka kepada anaknya, karena lalai dari amanah yang telah diberikan kepadanya.
Ketiga: Menutup tempat-tempat Maksiat
Tempat-tempat maksiat seperti lokalisasi pelacuran atau rumah bordil sudah seharusnya ditutup oleh pemerintah. Pembiaran tempat tersebut sangat paradoks (bertentangan) dengan program pemerintah untuk mengurangi jumlah penderita HIV/Aids dan penyakit lain yang diakibatkan oleh seks bebas. Ibarat ingin membasmi hama namun sumber hama malah dilokalisir, dipelihara, dijaga bahkan mengambil keuntungan dari situ.
Kita berharap ada suara dari Menteri Kesehatan jika memang peduli dengan penyebaran HIV/Aids untuk kampanye penutupan tempat-tempat pelacuran di seluruh Indonesia.
Keempat: Memudahkan pernikahan
Menikah adalah salah satu cara yang efektif dalam menutup pintu zina. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka segeralah menikah, karena nikah akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan.” (Muttafaqun alaihi)
Menikah dapat menundukkan pandangan pemuda dan mengurangi gejolak hasratnya serta memelihara kesuciannya. Menikah juga melapangkan rezeki, Allah Ta'ala berfirman (yang artinya):
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32)
Demikian juga sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
“Ada tiga golongan yang berhak mendapat pertolongan Allah. Yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang budak yang hendak menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.” (HR. Ahmad)
Sayangnya, sekarang ini kebanyakan orang terdoktrin dengan pikiran bahwa menikah akan menghambat karir, menikah baru bisa ketika kehidupan sudah mapan, membuat langkah mereka surut dan takut untuk menikah. Keyakinan mereka terhadap janji yang telah Allah Ta'ala Firmankan dan Rasulullah janjikan pun memudar. Belum lagi kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi ledakan penduduk sedikit banyak mempengaruhi pemuda agar tidak menikah di usia muda.
Selain itu menikah pun dipersulit dengan mahalnya biaya pernikahan sebagaimana adat di beberapa daerah. Padahal dalam Islam, menikah hendaknya dipermudah.
“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Jadi yang menjadi tolok ukur adalah agama dan akhlaknya, bukan berapa besar uang pana'i-nya (uang belanja) untuk resepsi pernikahan.
Penutup
Kampanye pemakaian kondom sejatinya bukanlah solusi yang tepat untuk menghindari dampak buruk seks bebas. Bahkan justru sebaliknya, kampanye ini akan menjadi peluang besar bagi pecandu syahwat untuk semakin bebas dalam menyalurkan syahwatnya. Dalam semua permasalahan, Islam telah memberikan solusi total dan menyeluruh. Kitapun harus mengakui bahwa betapa sempurnanya aturan Allah Ta'ala dan betapa lemahnya aturan manusia yang terbatas akal pikirannya. Wallahu Musta'an.[]
Rabu, 05 Agustus 2015
kondomisasi
Label:
Delli's Refetention
Lokasi:
Makassar, Makassar
drama pendais kelas xi
Pagi itu
suasana di kelas agak hening karena belum banyak siswa yang datang. Saat itu
hanya terlihat beberapa orang yang sibuk sendiri dengan kegiatannya masing-
masing. Dua diantara mereka terlihat sibuk dengan cermin dan perlengkapan make
upnya.
Etty : Egh Fhyra,
muka aku dah cantih belum? (sambil memandang ke fhyra)
Fhyra : Lumayan, tapi bedak kamu agak kurang deh.
Etty : Akh masa sih??
(sambil melihat kembali ke cermin)
Fhyra : iya seriuss.
Etty : iya yahhh, agak
kurang, tambahin akhh. (sambil mengoles bedak ke pipinya).
Gimana sekarang dah cantik belum?
Fhyra : hmmm… itu baru bagus, perfect deh. Kalau aku gimana?
Etty : mmm, perfect. Emang iya yah kalo kita berdua,
selalu perfect. Uwwhhh..
Dari luar tampak
Yhana dan Nurba berjalan dari luar memasuki kelas dan tatapan sinisnya
menghampiri fhyra dan etty yang tampak asyik berdandan. Kemudian mereka
langsung menghampiri mereka berdua.
Yana : (sambil memukul
meja) egh masih pagi udah dandan, mang di rumah kamu gak punya
cermin yah?
Nurba : iya nih, menghalangi pemandangan saja, emang gak
punya kerjaan lain apa? Nyapu kek, apa kek.
Etty : Egh, suka-suka
aku yah. Apa hak kamu larang aku dandan di kelas? Masalah gitu buat kamu?
Yhana : Ya iyalah masalah, ini kan kelas. Kalau mau dandan,
kesalon saja sana.
Fhyra : Egh sirik banget sih kamu! Kalo mau dandan, dandan
ajah juga, gak ada yang larang deh akh.
Nurba : Diam loe!
Etty : kamu tuh yang seharusnya diam, Cuma dandan di
kelas saja kamu permasalahkan, pergi
sana,
menghalangi pemandanganku saja.
Kemudian Yaana dan Nurba meninggalkan meja fhyra dan Etty dan
beranjak ke tempat duduknya.
Yana : bikin kesal
ajah deh mereka, pusing tau gak sih liat mereka dandan menor trus.
Nurba : Sama aku juga kesel liat mereka berdua yang bisanya
Cuma dandan saja.
Selang beberapa menit kemudian, bel tanda jam pertama telah
berdering. Semua siswa memasuki kelas masing-masing. Dan dari ruang guru tampak
bu Isra guru biologi, masuk ke kelas.
Bu Isra : assalamu alaikum
Semua : Waalaikum
salaam bu!!
Bu Isra : Bagaimana
kabarnya hari ini, sehat semuanya?
Semua : Alhamdulillah
bu,
Bu isra : Okey, naikkan
kertas kalian. Hari ini kita ulangan, minggu lalu saya janji ulangan tentang
sel hewan ya kan. Tutup buku kalian dan masukkan ke dalam tas.
Bu Isra pun menulis soal di papan.
Yhana : Mampus deh hari ini, aku lupa kalo ada ulangan,.
Gimana nih nurba.
Nurba : Aku juga gak
tau,mana belum belajar lagi,
Yhana : Truz gimana
nih?
Nurba : Minta ajah ma
anak cupu Nurlina ataw sam. Pasti dia mau kasih itu, atau kalau tidak,
Nyontek
di buku ajah.
Yhana : Ide bagus tuh,
boleh-boleh.
Nurba : Oke deh, sip!
Ulangan biologi pun di
mulai. Suasana di kelas saat itu sangat hening hingga ketika salah satu siswa
berteriak.
Sahriani : Bu’ Nurba nyontek tuh bu’
Nurba : apa-apaan sih
kamu? ( dengan muka geram ke sahriani)
Bu Isra : Nurba Coba berdiri, dan kedepan ke ibu.
Nurba : tapi saya
tidak menyontek bu.
Bu Isra : kalo kamu memang tidak menyontek, maju kedepan.
Nurba : Iya Bu,
(berdiri dan naik ke tempat yang disuruhkan oleh bu isra.
Bu Isra : Nurba ini
apa? Kamu nyontek yah? (Sambil
mengambil buku yang berada dalam laci nurba)
Nurba : Maaf bu, tadi
malam saya tidak belajar.
Bu Isra : Kamu keluar
dari ruangan ini, dan saya anggap kamu tidak tuntas pada pembahasaan ini.
Nurba pun beranjak keluar, dan bergumang untuk membalas
perbuatan hasriani. Karena gara-gara dialah, dia di keluarkan dalam kelas.
Selang beberapa menit, bel jam istirahat telah berdering, dan Yhana pun keluar
menghampiri sahabatnya itu.
Nurba : Pokoknya saya
harus membalas perbuatan dia.
Yhana : iya, saya
juga kesel ama dia, gimana kalo kita kerjain dia?
Nurba : Boleh juga tuh
ide kamu, tapi kerjainnya bagaimana?
Yhana : sini saya bisikin.
Nurba : hem, okey, besok kita jalankan rencana
ini.
Suasana di kantin saat itu
sangat riuh , karna saking laparnya siswa siswa. Kemudian tampak 3 preman
sekolah yang sudah di
kenal seluruh sekolah, syarifullah, awal, dan
Bintang.
Syarif : Egh, cupu
Pajak mana. Hari ini Kamu belum
stor sama aku.
Syam : Pajak apaan sih, kemarin kan aku sudah
setor
Syarif : Ya iya kemarin, tapi hari ini belum.
Nurlina : Kamu ini apa-apaan sih, kerjaan Cuma
minta uang ajah.
Syam
: Maaf hari ini aku tak punya uang.
Bintang : Saya gak
mau tau, pokoknya kamu harus setor hari ini sama kami.
Nurlina : Tapi kami tidak punya uang.
Awal : Kalau kamu gak mau kasi, buku ini aku
ambil lalu aku buang (sambil mengambil buku yang sedang di pegang oleh Lina)
Syam : Jangan ambil buku dia, kami mohon jangan,
buku itu berarti sekali untuk kami.
Syarif : Saya gak mau tau, kalo kamu mau buku ini,
bayar setor hari in.
Wilda : Egh,
apa-apaan sih, sukanya hanya majak orang, kalau mau uang, sana kerja, jangan
majak orang, kasian tau.
Awal : Egh, kamu jangan jadi sok pahlawan yah,
Wilda : Siapa juga
yang jadi pahlawan, aku Cuma mau bantuin teman aku, itu ajah.
Syarif : Kalo gitu
kamu yang bayar pajaknya sam dan lina, kamu kan temannya.
Wilda : Oke (sambil
mengambil uang selebaran duapuluh
ribu). Ini, pergi, dan jangan pernah gangguin sam dan lina lagi.
Syarif :
Hahahaha.. ayo teman kita pergi (sambil mengajak awal dan bintang pergi)
Syarifullah dan
kawan-kawannya pun meninggalkan wilda, lina dan sam.
Sam : Makasih yah udah bantuin kami, kalau bukan
kamu, aku nggak tau apa yang akan dilakukan syarifullah dan kawan-kawannya
terhadap kami.
Wilda : iya, tak
apa-apa kok.
Lina : Tapi kenapa kamu membayarkan pajak kami?
Seharusnya kamu tak memberinya uang, kalau dibiasakan seperti itu, lama-lama
dia malah minta terus.
Wilda : Sudahlah, biar saja. Kalau kalian masih
diganggu, sekali-sekali melawan dong.
Sam : Tapi kami takut.
Wilda : Sudahlah, oh iya ayo kita ke kelas.
Sam, nurlina dan wilda pun meninggalkan kantin dan beranjak
ke kelas.
Syarifullah :
Hahaha, dapat jatah lagi nih.
Bintang : tapi
kayaknya ini kurang deh!
Awal : iya, kalo
uang segini mana bisa beli minuman, ini mah gak cukup.
Syarifullah : Egh,
itu Etty dan fhyra kita pajakin yuk.
( syarifullah
pun pergi menuju ke tempat di mana fhyra dan etty duduk)
Awal : Hy cantik.
Etty : Egh apaan
sih, gak usah sok manis di depanku deh.
Fhyra : Pasti
kemari untuk malak kami yah?
Bintang : itu dah tau, sekarang bagi uangmu.
Etty : tidak mau,
uang aku terlalu bersih untuk aku bagikan ke kamu, pergi sana atau aku teriak
nih.
Syarifullah :
teriak ajah, emang ada yang dengar.
Etty pun berteriak, dan ternyata, pada
saat itu Pak Yusuf sedang lewat dan
melihat kejadian itu.
Pak Yusuf : Egh..
Egh... Kau mau jadi Preman kah?Kalau kamu mau majak jangan sekolah disini. Apa
ini sekolah nenek moyang kamu sehingga seenaknya kamu majak?
Bintang : Saya
Tidak majak pak, saya Cuma lewat disini, tapi tidak tau kenapa Etty malah
berteriak pak.
Etty : Bohong
Pak!! Tadi dia majakin kami berdua.
Fhyra : iya pak,
dia majakin kami.
Pak Yusuf : Oh,
jadi kamu mau berbohong sama bapak?
Syarif :
tidak pak, tapi kami bukan preman dan tidak memajakin mereka pak.
Pak Yusuf : Ikut
saya ke kantor
Pak
yusuf pun membawa ke-3 preman ini ke ruangan kepala sekolah
Pak Yusuf :
assalamu alikum . pak!
Pak Alim :
wa’alaikum salam. Wah!!!!. (terkaget) kenapa pak bawa murid kesini?
Pak yusuf : ini
pak. Ke-3 anak ini suka memalak di pelataran sekolah...
Bintang : tidak
pak!!. Kami tidak pernah memalak kok pak..
Awal : betul pak! . kami tidak pernah
melakukannya.
Pak alim :
SUDAAAHH DIIIIAAAAMMM!!!!!!!!!!!!!!!!!! . Saya tidak menyuruh kalian bicara !!
. Pak Yusuf apakah yg meraka katakan betul adanya.?
Pak Yusuf : Tidak
pak . saya sudah melihat dgn mata kepala jidat kaki tangan saya sendiri. Bahwa
mereka memalak siswa disini
Pak Alim : Kalau
begitu ini surat untuk orang tua kalian masing-masing. Besok kalau orang tua
kalian tidak datang, terpaksa saya akan menghukum kalian.
Syarifullah : iya
pak
Pak alim :
apa kalian tidak berfikir tentang perasaaan orang tua kalian? Mereka pasti
kecewa kepada kalian karena perbuatan kalian.
Awal : iya, kami minta maaf pak.
Pak
Alim : Sekarang kalian bisa keluar dari
ruangan saya.
Pulang sekolah, Syarifullah pun memberikan
surat panggilannya kepada ibunya. Dan betapa terkejutnya Ibu syarifullah
menerima surat tersebut.
Syarifullah : BU, ini surat panggilan dari kepala
sekolah.
Ibu
Aulia : kamu ngapain lagi nak di
sekolah, sampai-sampai ibu di panggil lagi ke seolahanmu. Kamu malakin
teman-teman kamu lagi yah?
Syarif : akh, ibu ini gak usah banyak nanya,
pokoknya besok ibu harus datang.
Ibu aulia : nak, kita ini orang tidak punya, kamu
seharusnya bisa membanggakan ibu, bukan malah mempermalukan ibu di depan kepala
sekolahmu.
Syarif : ibu ini, Diam. Dengar yah, aku menyesal
terlahir dari orang miskin seperti ibu, aku melalukan hal ini disekolah karena
ibu tidak pernah memberiku uang yang cukup.
Mendengar
hal tersebut, Ibu syarifullah terduduk diam sedih dan menangis mendengar
penuturan dari anak tunggalnya ibu Syarifullah jatuh Sakit. Dan keesoka
harinya.
Pak
Alim : Pak Yusuf, coba panggilkan saya
yarifullah dan teman-temannya.
Pak
Yusuf : Baik Pak.
Pak Yusuf
pun meninggalkan ruangan dan menuju ke kelas Syarifullah. Dan ketika sampai
disana..
Pak
Yusuf : Kenapa kalian ribut sekali, apa
yang sedang kalian lakukan.
Nurlina : Ini pak, katanya dompet Etty Hilang.
Pak
Yusuf : Apa betul dompet kamu hilang?
Etty : Iya
pak,tdi waktu istirahat, saya simpan di tas pak, tapi pas saya balik, dompet
saya hilang.
Pak
Yusuf : apa di kelas tadi ada temanmu
yang tinggal?
Etty : waktu itu yang terakhir keluar adalah saya
sendiri pak, selepasnya saya sudah tidak tau.
Pak
Yusuf : Okey, kalo begitu bawa kedepan
semua tas kalian dan duduk, dan untuk kalian bertiga (sambil menunjuk
syarifullah, bintang dan awal) kalian di panggil ke ruangan kepala sekolah. Dan
etty, tolong bantu bapak untuk memeriksa tas kalian satu persatu.
Etty : Baik pak.
Syarifullah, awal dan bintang pun keluar
menuju ke ruangan kepala sekolah, sementara etty dan pak Yusuf sibuk memeriksa
tas.
Fhyra : Pak, ini Dompet Etty.
Pak Yusuf : Apa benar ini dompet kamu? (sambil
menunjukkan dompet ke Etty).
Etty : Iya pak, ini dompet saya.
Pak
Yusuf : Ini tas siapa??
Sahriani : itu tas saya pak, tapi bukan saya pak
yang ambil.
Etty : jelas-jelas dompet saya ada di
tas kamu.
Sahriani : tapi sumpah, bukan saya yang ambil dompet
kamu.
Fhyra : Egh, maling mana ada yang ngaku, kalo
maling ngaku, penjaramah penuh.
Pak
Yusuf : sudah-sudah, Sahriani, Etty,
kamu ikut bapak ke ruangan.
Sahriani dan Etty pun beranjak
meninggalkan kelas, dan tampak Yhana dan Nurba tersenyum puas melihat kejadian
itu yang membuat Wilda curiga. Wilda pun keluar mengikuti langkah sahriani.
Wilda : Ani, tunggu aku,.
Sahriani : kenapa, kamu juga percaya kalo aku yang ambil
dompet itu?
Wilda :
Tidak, saya percaya kalo bukan kamu yang ambil dompet itu.
Sahriani : Tapi aku takut.
Wilda : Kamun gak usah takut, toh bukan kamu
yang ambil dompet itu, optimis dong, jangan bersedih dan pesimis gitu.
Sahriani : MAkasih yah.
Ketika berada di dalam
ruangan, Bu isra mendapati kabar dari salah seorang siswa bahwa yang memasukkan
dompet etty ke dalam tas Sahriani adalah
Nurba dan Yhana. Bu Isra pun segera menuju ke ruangan Pak Yusuf untuk
menjelaskan hal tersebut.
BU Isra :
Pak Yusuf, maaf sebelumnya, tadi saya mendengar informasi dari salah seorang
siswa bahwa yang memasukkan dompet ke tas Sahriani adalah Nurba dan Yhana.
Pak
Yusuf : Apa siswa itu mempunyai bukti
sehngga ibu percaya begitu saja?
Bu Isra :
Siswa tersebut sempat memperlihatkan Video yang memperlihatkan kalau Nurba dan
Yhana yang memasukkan dompet itu ke tas Sahriani.
Pak
Yusuf : Kalo begitu, PAnggilkan aku
YHana dan NUrba.
BU isra pun memanggil Yhana dan Nurba
untuk di tanyai.
Yhana : Ada apa PAk?
Pak
Yusuf : Begini, saya mendengar informasi
kalau kamu lah yang memasukkan dompet etty ke tas sahriani.
Nurba : Apa bapak punya bukti?
Pak
Yusuf : IYa, salah seorang siswa punya
video kamu yang sedang memasukkan dompet Etty ke Tas SAhriani kalian tidak bisa
mengelak.
YHAna dan
Nurba : MAaf pak, Maafkan kami.
NUrba :
kami melakukan hal ini karena
kami kesal sama Hasriani. Kemarin gara-gara dia, saya di keluarkan waktu
ulangan. Tapi kami menyesal pak.
Pak
Yusuf : kalau begitu kamu minta maaf
sama hasriani dan Etty, dan saya tidak mau mendengar kalau kalian berbuat
begitu lagi.
Etty, nurba, Yhana, Hasriani pun
saling berjabat tangan dan semuanya pun damai.
Disisi lain,
Syarifullah terkejut saat dia berada dalam ruangan kepala sekolah, karena ada
telepon yang mengatakan bahwa Ibunya, Bu Aulia meninggal dunia karena sakit.
Pak
Alim : Syarifullah, tadi ada telpon dari
tetanggamu.
Syarifulla : Ada apa emangnya pak?
Pak
Alim : Tabahkan hatimu yah, ibu kamu
telah meninggal dunia.
Syarifullah :”a…a… apa bapak bercanda? (kaget)
Pak
Alim : Saya serius.
Syarifullah
terdiam lesu mendengar penuturan itu, dan saat itu, dia langsung pulang ke
rumahnya.
Syarifullah
sejak kematian ibunya berubah 180 derajat, dan mulai merubah dirinya dan
teman-temannya untuk berbuat yang lebih baik.
SELESAI
Kamis, 30 Juli 2015
Beriman kepada rasul allah
Buat siswa yang sedang ingin membuat makalah tentang iman kepada rasul allah, langsung saja cek makalah di bawah ini
KATA
PENGANTAR
Dengan Mengucapakan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas khendak nya
saya telah dapat menyelesaikan makalah ini. meskipun banyak sekali kekurangan
dan kesalahan didalamnya, namun saya berharap bisa memberikan sedikit
penegtahuan tentang hal yang saya tulis ini.
Makalah ini
memuat tentang Iman kepada Para Rasul Allah, dimana didalamnya di
terangkan bagaimana seharusnya kita mengimani keberadaan Rasul-Rasul Allah,
baik yang di sebutkan maupun yang tidak di sebutkan. Maka dengan hal ini,
semoga kita semua akan menjadi lebih mengetahui dan lebih memperkuat iman kita
terhadap keberadaan Rasul-Rasul Allah.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Saya menyadari bahwa dalam penuliasan makalah ini masih banyak kekurangan,
oleh karena itu Saya, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun. Dan semoga makalah ini dapat bernmanfaat bagi pembaca.
Kelompok
1
Daftar isi
kata pengantar......................................................................................... i
daftar isi ..........................................................................................
ii
BAB I
Pendahuluan...............................................................................
1
1.
Latar belakang...........................................................................
1
2.
Tujuan.......................................................................................
1
BAB II
Pembahasan...............................................................................
2
A.
Menjalaskan tanda-tanda beriman
kepada rasul-rasul ALLAH..
B.
Menjelaskan sikap beriman kepada
rasul ALLAH......................
BAB III Penutup......................................................................................
1.
Kesimpulan.................................................................................
2.
Saran...........................................................................................
Daftar pustaka.........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar
belakang
Iman kepada Rasul-Rasul
Allah merupakan suatu kewajiban, karena iman kepada Rasul-Rasul Allah merupakan
rukun iman, yaitu yang ke 4. Iman kepada Rasul artinya mempercayai dengan
sepenuh hati atas kedatangan Rasul,mulai dari Rasul yang pertama yaitu Nabi
Adam as hingga Rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.
Ajaran yang dibawa oleh para nabi
dan Rasul sejak Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad SAW. Merupakan suatu
rangkaian yang memiliki satu tujuan yaitu mengesankan Allah SWT. Berupa syariat
atau hukum tertentu yang kemudian disampaikan atau di ajarkan kepada umatnya.
Oleh karena itu,kita sebagai seorang muslim,wajib beriman atau mempercayai
kepada para Rasul utusan Allah sehingga dengan hal itu kita akan mengamalkan
semua ajaran yang di bawa oleh Rasul utusan Allah tersebut. Dengan berpegang
hidup pada Allah dan sunah Rasul maka kita akan hidup bahagia di dunia dan juga
akhirat.
Namun, di dalam kehidupan
sehari-hari terkadang kita hanya mengetahui tentang pengertiannya saja itupun
hanya terbatas, tanpa mengetahui akan pemahamnnya lebih dalam dan penerapannya
di dalam kehidupan yang kita jalani atau di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
karena itu, kita patut dan wajib mempelajari, memahami dan menerapkannya di
dalam kehidupan sehari-hari, tentu akan jauh lebih bermanfaat bagi kehidupan
dunia dan akhirat kita.
2. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut :
1.
Tanda-tanda beriman kepada rasul Allah.
2.
Mengidentifikasi tanda-tanda beriman kepada rasul Allah.
3.
Menjelaskan
sikap beriman kepada rasul Allah.
A.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Menjalaskan
tanda-tanda beriman kepada rasul-rasul ALLAH.
1. Teguh
Keimanannya Kepada Allah SWT
Ketaatan kepada rasul adalah bukti keimanan kepada Allah swt. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh kita untuk taat kepada Allah swt, disertai ketaatan pada para rasul-NYA, antara lain dalam surah An Nisa: 59, Ali Imran: 32, Muhammad: 33.
2. Meyakini Kebenaran Yang Dibawa Para Rasul
Kebenaran yang dibawa rasul tidak lain adalah wahyu Allah baik yang berupa Al-Qur’an maupun hadis-hadisnya. Seseorang akan bisa meyakini kebenaran wahyu Allah, jika terlebih dahulu ia beriman kepada rasul Allah sebagai pembawa wahyu. Mustahil ada orang langsung bisa menerima suatu kebenaran yang dibawa oleh orang lain, apabila ia tidak yakin pada si pembawa.
Allah menjelaskan dalam surah Al-Baqarah: 285 yang artinya sebagai berikut :
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman jepada Allah, malikat-malaikat-NYA, kitab-kitab-NYA, dan rasul-rasul-NYA.” (QS Al-Baqarah:285).
3. Tidak Membeda-Bedakan Antara Rasul Yang Satu Dengan Yang Lain
Seorang mukmin dituntut untuk meyakini kepada semua rasul yang pernah diutus oleh Allah swt, seperti yang telah digambarkan Allah swt dalam surah Al-Baqarah: 285
“…kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun(dengan yang lain) dari rasul-rasul-NYA.”Dan mereka mengatakan:”kami dengar dan kami taat.”(Mereka berdo’a):”Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulahtempat kami kembali.”(QS.Al-aqarah:285).
4. Menjadikan Para Rasul Sebagai Uswatun Hasanah
Sebelum menerima wahyu dari Allah swt rasul adalah orang-orang yang terpandang di lingkungan umatnya, sehingga selalu menjadi acuan perilaku bagi orang-orang di lingkungannya. Setelah menerima wahyu, keteladanan mereka tidak diragukan lagi, karena mereka selalu mendapat bimbingan dari Allah swt.
Ketaatan kepada rasul adalah bukti keimanan kepada Allah swt. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh kita untuk taat kepada Allah swt, disertai ketaatan pada para rasul-NYA, antara lain dalam surah An Nisa: 59, Ali Imran: 32, Muhammad: 33.
2. Meyakini Kebenaran Yang Dibawa Para Rasul
Kebenaran yang dibawa rasul tidak lain adalah wahyu Allah baik yang berupa Al-Qur’an maupun hadis-hadisnya. Seseorang akan bisa meyakini kebenaran wahyu Allah, jika terlebih dahulu ia beriman kepada rasul Allah sebagai pembawa wahyu. Mustahil ada orang langsung bisa menerima suatu kebenaran yang dibawa oleh orang lain, apabila ia tidak yakin pada si pembawa.
Allah menjelaskan dalam surah Al-Baqarah: 285 yang artinya sebagai berikut :
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman jepada Allah, malikat-malaikat-NYA, kitab-kitab-NYA, dan rasul-rasul-NYA.” (QS Al-Baqarah:285).
3. Tidak Membeda-Bedakan Antara Rasul Yang Satu Dengan Yang Lain
Seorang mukmin dituntut untuk meyakini kepada semua rasul yang pernah diutus oleh Allah swt, seperti yang telah digambarkan Allah swt dalam surah Al-Baqarah: 285
“…kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun(dengan yang lain) dari rasul-rasul-NYA.”Dan mereka mengatakan:”kami dengar dan kami taat.”(Mereka berdo’a):”Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulahtempat kami kembali.”(QS.Al-aqarah:285).
4. Menjadikan Para Rasul Sebagai Uswatun Hasanah
Sebelum menerima wahyu dari Allah swt rasul adalah orang-orang yang terpandang di lingkungan umatnya, sehingga selalu menjadi acuan perilaku bagi orang-orang di lingkungannya. Setelah menerima wahyu, keteladanan mereka tidak diragukan lagi, karena mereka selalu mendapat bimbingan dari Allah swt.
Dalam surah Al-Ahzab: 21 Allah swt
menegaskan “sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri yauladan yang baik bagi
kamu.”(QS. Al-Ahzab:21)
5. Meyakini Rasul-Rasul Allah SWT Sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta
Setiap rasul yang diutus Allah swt. Pasti membawa rahmat bagi umatnya. Artinya kedatangan rasul dengan membawa wahyu Allah adalah bukti kasih sayang (rahmat) Allah terhadap manusia.
Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa : ”Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.”(QS.Al-Anbiya:107)
5. Meyakini Rasul-Rasul Allah SWT Sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta
Setiap rasul yang diutus Allah swt. Pasti membawa rahmat bagi umatnya. Artinya kedatangan rasul dengan membawa wahyu Allah adalah bukti kasih sayang (rahmat) Allah terhadap manusia.
Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa : ”Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.”(QS.Al-Anbiya:107)
6.
Meyakini Nabi Muhammad saw SeBagai Nabi dan Rasul Terakhir
Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah swt ke muka bumi ini, didasarkan kepada dalil-dalil naqli sbg berikut :
a. QS. Al-Ahzab: 40 yang artinya: ”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah mengetahui terhadap segala sesuatu.(QS. Al-Ahzab:40).
Dalam ayat ini Allah menyatakan secara jelas bahwa Muhammad adalah khatamannabiyin (penutup para nabi).
b. Dalam hadis Mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik sbg berikut:
“Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul sesudahku”.(HR.Ahmad bin Hambal)
c. Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Ahmad Ibnu Hibban dari Abi Hurairah sbg berikut:
“Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah; diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang dipersiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya :”Mengapa engkau belum memasang batu bata itu?” Nabipun berkata :” Sayalah batu bata (terakhir) sebagai penyempurna itu, dan sayalah penutup para nabi.” (HR. Bukhari)
d. Dalam hadis Shahih Bukhari Muslim dari Abi Hurairah r.a. dinyatakan sbg berikut :
“Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah.”(HR. Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
e. Al-Maidah ayat 3 yang artinya :
“Pada hari ini Ku sempurnakan untuk kamu agama kamu , dan telah Ku cukupkan nikmatKu, dan telah Ku ridhai Islam menjadi agama buat kamu.”
Ayat diatas adalah wahyu Allah swt. yang terakhir diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Dalam wahyu-NYA telah sempurna. Artinya tidak perlu lagi ada tambahan atau pengurangan yang menggambarkan ketidaksempurnaannya.
Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah swt ke muka bumi ini, didasarkan kepada dalil-dalil naqli sbg berikut :
a. QS. Al-Ahzab: 40 yang artinya: ”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah mengetahui terhadap segala sesuatu.(QS. Al-Ahzab:40).
Dalam ayat ini Allah menyatakan secara jelas bahwa Muhammad adalah khatamannabiyin (penutup para nabi).
b. Dalam hadis Mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik sbg berikut:
“Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul sesudahku”.(HR.Ahmad bin Hambal)
c. Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Ahmad Ibnu Hibban dari Abi Hurairah sbg berikut:
“Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah; diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang dipersiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya :”Mengapa engkau belum memasang batu bata itu?” Nabipun berkata :” Sayalah batu bata (terakhir) sebagai penyempurna itu, dan sayalah penutup para nabi.” (HR. Bukhari)
d. Dalam hadis Shahih Bukhari Muslim dari Abi Hurairah r.a. dinyatakan sbg berikut :
“Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah.”(HR. Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
e. Al-Maidah ayat 3 yang artinya :
“Pada hari ini Ku sempurnakan untuk kamu agama kamu , dan telah Ku cukupkan nikmatKu, dan telah Ku ridhai Islam menjadi agama buat kamu.”
Ayat diatas adalah wahyu Allah swt. yang terakhir diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Dalam wahyu-NYA telah sempurna. Artinya tidak perlu lagi ada tambahan atau pengurangan yang menggambarkan ketidaksempurnaannya.
B.
Menjelaskan
sikap beriman kepada rasul ALLAH
Keimanan
kepada Rasul-Rasul Allah SWT harus dapat diwujudkan secara nyata dalam
kehidupan sehari-hari. Adapun perilaku yang mencerminkan keimanan kepada
Rasul-Rasul Allah SWT dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, antara lain
sebagai berikut:
- Membiasakan diri berlaku jujur terhadap siapapun, sebagaimana sikap jujur para Rasul. Jujur dalam ucapan berarti mengatakan sebagaimana mestinya, tidak menambah dan tidak pula mengurangi. Jujur dalam perbuatan berarti berbuat secara adil sebagaimana mestinya, tidak mengurangi hak siapapun
- Berusaha untuk dapat menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Orang yang diberi amanah pada hakikatnya sedang diuji dengan amanah tersebut. Apakah ia berhasil menjaganya atau tidak? Orang yang meneladani sifat wajib Rasul pasti menjaga amanah secara baik. Ia sekali-kali tidak berkhianat
- Memiliki etos kerja yang baik, melaksanakan tugas yang dipikulkan pada dirinya, dan sesuai kemampuan yang dimiliki secara maksimal
- Berusaha untuk memiliki kepekaan dalam menghadapi persoalan sehingga dapat mengatasi secara tepat, baik, dan sesuai pertimbangan akal sehat
- Sebagai seorang muslimin dan muslimat, kita wajib memiliki akhlak karimah sebagaimana Rasulullah SAW, antara lain taat beribadah kepada Allah SWT,, berbakti kepada kedua orangtua, berbuat bauk kepada sesama manusia, hormat kepada yang lebih tua, dan dayang kepada yang lebih muda
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Beriman kepada Rasul Allah merupakan hal yang wajib dan patut diketahui
oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Pengertian beriman kepada rasul allah
berarti adalah kita harus mengimani atau mempercayai adanya rasul-rasul allah.
Pengertian
Rasul adalah Rasul adalah lelaki pilihan dan yang diutus oleh Allah dengan
risalah kepada manusia. Rasul merupakan yang terbaik diantara manusia lainnya
sehingga apa yang dibawa, dikatakan dan dilakukan adalah sesutu yang terpilih
dan mulia dibandingkan dengan manusia lain.
Jadi, beriman
kepada rasul-rasul allah merupakan hal yang sangat berharga dan patut
dipelajari. Karena, selain memberikan hikmah-hikmah yang sangat bermanfaat juga
memberikan pembelajaran dan teladan bagi kehidupan kita baik di dunia maupun di
akhirat. Kita sebagai manusia harus mempelajari lebih dalam, memahami lebih
luas, dan menerapkannya di dalam kehidupan kita tentang beriman kepada
rasul-rasul allah agar kita dapat menjadi yang lebih baik di setiap harinya,
dan mendapat kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat.
2.
Saran
Diskusi
mengenai pembahasan ini merupakan awal yang masih sederhana sehingga ada
beberapa hal yang disarankan, antara lain :
1. Masyarakat harus mengetahui dan
memahami mengenai pengertian iman kepada Rasul Allah secara dalam.
2. Pemerintah harus lebih menambah
waktu jam pelajaran mengenai materi tersebut di dalam kalangan pelajar agar
mereka mampu memahami lebih dalam, luas, serta terarah nantinya.
3. Masyarakat Harus mampu
menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari, dengan menunjukkan contoh-contoh
perilaku beriman kepada Rasul-rasul allah.
4. Kepada siswa dan siswi diharapkan
mampu mempelajari tentang materi Beriman kepada Rasul-rasul allah secara
intensif dan lebih luas.
5. Diharapkan ada peneliti yang
mampu melengkapi kekurangan dari makalah ini.
semoga bermanfaat..
Langganan:
Postingan (Atom)